Qadha: cara mengganti sholat yang terlewat
Qadha berarti mengerjakan sholat wajib setelah waktunya lewat. Pendapat ulama tentang mengganti sholat, cara menghitung tanggungan, dan rencana untuk melunasinya.
Oleh Istiqama team· · 2 menit baca
Qadha adalah mengerjakan sholat wajib setelah waktunya habis, sebagai pengganti sholat yang terlewat. Jika Anda tertidur atau lupa, kerjakan sholat itu begitu Anda ingat. Mayoritas ulama berpendapat setiap sholat wajib yang terlewat perlu diganti, dan cara praktis untuk melunasi banyak tanggungan adalah rencana yang konsisten: satu atau dua sholat qadha bersama setiap sholat harian.
مَنْ نَسِيَ صَلَاةً أَوْ نَامَ عَنْهَا فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا
Barang siapa lupa mengerjakan sholat atau tertidur darinya, maka kafaratnya adalah mengerjakannya ketika ia ingat.
Apa arti qadha?
Sholat yang dikerjakan di dalam waktunya disebut ada' (tunai). Sholat yang sama yang dikerjakan setelah waktunya lewat disebut qadha (pengganti). Sholatnya sama persis: jumlah rakaat dan bacaannya sama. Yang berbeda hanya waktu dan niatnya.
Apakah sholat yang terlewat wajib diganti?
Untuk sholat yang terlewat karena tertidur atau lupa, hadits di atas sangat jelas: kerjakan ketika ingat. Untuk sholat yang terlewat karena alasan lain, mayoritas ulama, termasuk mazhab Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hanbali, berpendapat sholat itu tetap menjadi tanggungan dan wajib diganti, disertai taubat yang sungguh-sungguh untuk yang ditinggalkan dengan sengaja.
Sebagian kecil ulama berpendapat lain tentang sholat yang sengaja ditinggalkan: sholat itu tidak bisa diqadha, dan jalan kembalinya adalah taubat serta memperbanyak sholat sunnah. Karena ini menyangkut keadaan pribadi Anda, sebaiknya tanyakan kepada ulama yang Anda percaya.
Bagaimana menghitung tanggungan sholat?
Mulailah dari saat sholat menjadi wajib bagi Anda (balig), lalu ingat-ingat masa-masa ketika Anda tidak sholat dengan teratur. Hitung dalam hari, lalu kalikan lima untuk setiap sholat. Jika tidak bisa pasti, para ulama umumnya menyarankan perkiraan yang hati-hati dan condong ke jumlah lebih banyak, agar Anda selesai dengan keyakinan sudah melunasinya.
Bagaimana cara mengqadha sholat?
Kerjakan seperti di waktunya: dua rakaat untuk Subuh, empat untuk Zuhur, empat untuk Asar, tiga untuk Magrib, dan empat untuk Isya. Niatkan sebagai qadha sholat tertentu, misalnya "Asar yang terlewat". Banyak ulama menganjurkan mengerjakan sedikit sholat yang terlewat sesuai urutan aslinya. Jika daftarnya panjang, Anda bisa menyelesaikannya secara bertahap.
Mazhab-mazhab berbeda pendapat tentang beberapa waktu singkat yang dimakruhkan untuk sholat, seperti saat matahari terbit. Ikuti mazhab Anda dalam hal ini.
Rencana yang berhasil
Jumlah yang besar terasa mustahil, dan perasaan itulah yang menghentikan kebanyakan orang. Sedikit tapi rutin lebih berhasil:
- Pasangkan. Kerjakan satu sholat qadha setelah setiap sholat harian: qadha Subuh setelah Subuh, qadha Zuhur setelah Zuhur. Dengan begitu, tanggungan satu hari penuh lunas setiap hari.
- Catat jumlahnya. Tuliskan total yang ingin Anda capai dan coret setiap kali selesai. Melihat angkanya berkurang itu menyemangati.
- Dahulukan lima waktu. Sholat yang ada di depan Anda didahulukan daripada yang di belakang. Jangan sampai mengejar qadha membuat sholat hari ini keluar dari waktunya.
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Dan dirikanlah salat untuk mengingat-Ku.
Bagaimana Istiqama membantu qadha
Halaman Qadha di Istiqama menampilkan sholat dari riwayat Anda yang belum tercatat, sehingga Anda bisa melihat tanggungan tanpa membuat catatan terpisah. Saat Anda menggantinya, tandai sebagai qadha: sholat yang terlewat bisa dicatat sebagai qadha untuk hari ini atau kemarin setelah waktunya lewat. Tidak ada yang dihitung untuk menyalahkan Anda, dan heatmap Anda tetap menyimpan catatan jujur tentang tahun Anda.
Pertanyaan
Apakah sholat yang sengaja ditinggalkan wajib diganti?
Mayoritas ulama, termasuk empat mazhab Ahlus Sunnah, berpendapat wajib, disertai taubat yang sungguh-sungguh. Sebagian kecil ulama berpendapat sholat yang sengaja ditinggalkan tidak bisa diqadha, dan yang dituntut adalah taubat serta memperbanyak sholat sunnah. Tanyakan kepada ulama yang Anda percaya tentang keadaan Anda.
Bagaimana cara mengqadha sholat?
Kerjakan persis seperti di waktunya, dengan jumlah rakaat yang sama, dan niatkan sebagai qadha sholat tersebut, misalnya "Zuhur yang terlewat".
Saya tidak tahu berapa banyak sholat yang tertinggal. Apa yang harus dilakukan?
Buat perkiraan yang paling hati-hati, condong ke jumlah yang lebih banyak, lalu selesaikan jumlah itu. Para ulama umumnya menyebut inilah yang dituntut ketika jumlah pastinya tidak diketahui.